Saturday, February 13, 2010

Disaat sedang sedih, kenapa jawabannya karena? :)

Night! :)
Dan itulah semestinya akhir postingan, namun saya tulis di awal karena saya bosan. Eng ing eng! Kayak gak tau aja kata cowok dan bosan itu berhubungan sebab akibat.

Gak mau ngebahas itu, tapi mau ngebahas gaya nulis saya yg kemaren udah ketemu dong! :D Di kolong kasur ketindihan debu debu intannya Cygnus Hyoga pas kemaren kita sparring tinju. haha.

Oh iya topik, makasih udah diingetin.
Tau gak di Jalan Swakarsa IV Rt 004 Rw 02 Pondok Kelapa, dekat masjid An-Nur, nyaris setiap saat manusia normal menutup matanya setelah lelah beraktivitas seharian, ada makhluk "I-do-it" yg nyetel dangdut dengan volume sekitar 115-135 db, yg mana sama dengan speaker odong diatas mobil ambulans. Dan jika anda bertanya mengapa orang sakit di dalam ambulans disuguhi suara yg sangat mengesalkan itu, karena mereka, dokter dan supir ambulans, kemungkinan tidak ingin mendengar tangisan kesedihan keluarga korban yg berada di dalamnya. Melihat orang yg dicintai terbaring lemah tak berdaya itu hal yg paling, tidak enak.

Ini sungguh keterlaluan, bahkan untuk saya yg menikmati malam dengan mata terbuka. Tak ayal, beberapa bulan yg lalu saya pun mendatangi kediaman ketua RT setempat, dan saya komplain tentang masalah ini kepada beliau. Dan yak, Januari indah ku tetap indah hingga tetes terakhir, oh I just love January. :)

Tapi ini nih, 13 Februari 2010, salah satu hari di februari yg ketenangannya dirusak oleh makhluk yg tidak mengerti sopan santun dalam bertetangga. Saya tiap jemput ibu saya, dan lewat rumah ini, ingin rasanya menjatuhkan speaker yg disusun secara bertingkat itu. Pasti balas dendam akan terasa sangaat manis. Melebihi wajah seseorang yg kini membayangi hidup ku? Yaa, balas dendam masih nomer dua lah. :)

Eh, iya, sopan santun dalam bertetangga. Beruntungnya mereka, meskipun saya sedang kesal, dendam kesunat *ups :p*, dan segala yg meledak ledak lah. Saya terlalu baik dengan hanya mendoakan saya dapat koneksi internet hingga Gbps dari Google, karena, yaa anda tahu, doanya manusia yg sedang teraniaya itu lebih cepat dikabulkan. Yay for GOOG!

Sayangnya keselnya gak berubah, apa lagi pada hari sebelumnya penulis sudah tidak merasa hidup kembali, bahkan seperti yg dapat dibaca dari 2 postingan sebelumnya, keceriaan agaknya kandas karena tindakan asusila tetangga tersebut. Namun, ada hal baik yg terjadi hari ini. Dan saya menemukan belasan badut yg teronggok, tak pernah digunakan di dalam pikiran saya. Ya ampun itu ada kelinci!

Malam ini, penulis berbicara tentang sepersekian sedikit dari masalah yg cukup mengganjal dipikirannya kepada seorang calon psikolog *yg cantik jelita, :)*. Dan yak, saya dapatkan beberapa hal menarik.
Pertama, kesulitan dalam hal berbagi yg selama ini dialami oleh penulis, ternyata menurut beliau tidak hanya dialami oleh penulis *gak merasa spesial telornya tiga lagi deh saya :p*. Namun memang ada beberapa orang yg memiliki kesulitan berbagi tentang pengalaman hidupnya, kisah cintanya *lagi agak galau :p*, prestasi dan pencapaiannya, dan lainnya, dikarenakan orang tersebut, tidak merasa nyaman untuk berbagi, dan hal itu bukan berarti anda harus menyalahkan diri anda dan memasukkan diri anda di dalam kotak kategori 'Egois'.
Kedua, kumis itu menjijikan, apalagi kalo sampai bekas kopi dan makanan nempel kayak prangko. Kata anak jaman sekarang, jijayy! *padahal udah bilang gak mau bahas ini lagi :p*
Ketiga, semua masalah itu tidak bisa dipecahkan hanya dengan renungan, tapi dengan tindakan. Dan lebih baiknya jika anda lebih terbuka dengan seorang sahabat. Karena, siapa tahu, ia lebih mengerti masalah kita karena ia pernah berada di posisi ini, dan survived. :)
Keempat, 2 kepala lebih baik daripada satu. Sering seringlah bertukar pendapat, hal itu memang tidak sulit tak juga mudah, tapi postingan ini tercipta dari sekian sedikit menit dan hanya tak lebih dari 2000 karakter sms kami digabungkan. :) Penulis aja yg rada lebay nambahin macem macem. :p
Kelima, akhir akhir ini makin marak berita yg buruk, tapi mau gimanapun itu akan tetap ada, suka gak suka, nonton gak nonton. Makan gak makan asal ngumpul?
Keenam, saya benci dosen kampus saya. Titik.

Dari itu semua, kayaknya penulis bisa ngerangkum deh sedikit.
Rupanya pelajaran sosiologi dahulu kala di SMA *yg mana penulis baru bisa paham asiknya ketika lulus, damn lah. :( Pengen ngerangkum gila gilaan lagi nih bu. :)* pernah ada kata kata 'Manusia sebagai makhluk sosial.. blablabla'.

Manusia itu makhluk sosial, semakin banyak anda bersosialisasi, semakin banyak pikiran anda terbuka, semakin banyak jalan terbentang dari pikiran tersebut, dan pemecahan masalah akan lebih mudah karena jalannya sudah diaspal. :p Ngaco dikit boleh dong.
Lalu, jika anda jarang bersosialisasi, balik lagi dari nun jauh beberapa paragraf diatas. Anda akan menjadi makhluk yg "I-do-it". 'Gw bisa begitu dong, gak boleh? Bilang aja lo sirik!' Heh. Idiot, lebih tepatnya.

All in all, penulis masih merasa postingan ini *lagi lagi* ngebahasnya nanggung, tapi badutnya udah capek bgt. :)
Pasti ada salah salah kata, jadi yaa, saya mohon maaf yg sebesar besarnya jika anda sebagai penikmat musik dangdut merasa terhina. Mohon datangi alamat di atas dan mari kita selesaikan bersama makhluk "I-do-it" itu secara kekeluargaan. :)

Selamat malam bagi anda yg bacanya malam malam. :)

No comments:

Post a Comment