Saturday, February 6, 2010

Esde, esde, :)


Hai pembaca yg budiman dan budiwoman. :)
Selamat bermalam minggu yaa bagi yg menjalankan. :p


Terkisah, pada hari sabtu yg kelabu, penulis telah berjanji kepada seorang teman untuk kembali datang pada acara yg sama sekali tidak terorganisir, tapi disinilah kami akan menciptakan organisasi pengumpul pelajar bekas esde yg pernah penulis datangi dahulu kala. :) *sayangnya wanita cantik tidak bisa datang :(* Daan, yak, seperti yg pernah dikisahkan sebelumnya, acara ini pun agak tidak terlaksana dengan cukup baik. Kesulitan dalam pengumpulan para pelajar bekas itu bahkan sudah mencapai puncaknya ketika kami sadari bahwa, ya, banyak dari mereka merasa telah mencapai puncak kehidupannya sehingga melupakan teman, sahabat, atau bahkan mungkin cinta *CURCOL MAKSIMAL NIH PENULIS. :p* yg pertama kali mereka temukan dalam awal langkah kehidupan mereka.


Bukan bermaksud menghina, menjelek jelekkan, memperburuk citra mereka di mata khayalak, tetapi, dari sekian banyak nama yg terucap, ketika nama beberapa pelajar bekas ini disebutkan, kenangan indah yg terekam dimemori para undangan, nyaris NOL besar. Ya, memang bukan sepenuhnya salah mereka, karena mungkin salah kami juga yg mungkin hidup dibawah standar garis hidup yg mereka buat, sehingga, kami pun seketika dilupakan dari memori mereka karena dimata mereka, kami hanyalah BEKAS teman seperguruannya.


Haha, penulis sadis ah. :p Tapi serius bung/bu. Kami TELAH mencoba berkomunikasi dengan segala media yg kami tahu, dan mereka gunakan, tapi tetap, nihil. Memang itu bukan urusan kami untuk menarik mereka kembali untuk mengenang masa masa yg telah lewat, seandainya mereka datang pun, mungkin suasananya akan terasa kurang nyaman, namun, kami merasa, ini kewajiban kami. Kami merasa, jika acara reuni ini akan tetap kami adakan tanpa mereka, tidak akan sama rasanya. :)


Baiklah saya ceritakan sedikit tentang hari ini. :) Pukul 3, seharusnya penulis berkumpul di rumah seorang teman, dan seperti biasa, 30 menit sebelumnya, penulis sudah tiba. Hm? Ya kamu yg disana. Anda baru saja mengatakan jam karet? Ya, tiap jam yg pernah melewati petugas bea dan cukai sepertinya sedemikian rupa dipasangi alat yg bisa mengulur waktu para undangan. Saya kan makhluk yg tidak suka menunggu, jadi sedemikian rupa saya buat sehingga tidak ada yg menunggu saya, karena menunggu itu tidak enak, capek. :( Oh kecuali mungkin tuan rumah yg terhormat memang agak sedikit menunggu. *ya iya lah dia mah nungguin rumahnya* :) Dua tamu undangan pun datang, wah sepertinya cukup lancar. :D Meski itupun harus dengan dibayar dengan beberapa kiriman pesan singkat untuk yg kesekian kalinya. Lalu, awan yg kelabu sejak pukul satu menunjukkan maksud dan tujuannya. Cukup deras hujannya, sehingga salah satu undangan terpaksa berteduh di perjalanan, dan yg satu *wah saya tidak menyangka tulisan saya yg lalu tentang orang ini sang penakhluk hujan ternyata menjadi kenyataan. :)* datang dengan segala air yg melekat dipakaiannya. Oke kami pun membicarakan tentang sang penulis yg sangat berubah, digosipkan penulis sedang dekat dengan seorang wanita cantik *Tau aja, hebat sekali intelnya :p*, membicarakan kesibukan masing masing dan bermain Uno, serta menyelesaikan Rubik's Cube. Agak berat rubiks nya teman saya, jadi sedikit kesulitan. :p Kami membuat beberapa rencana untuk hari ini, satu diantaranya, bertandang ke rumah si nona manis. Wah ada yg tahu saya gugup. :p Tapi menurut subjek, ayah beliau sedang ada di tempat, sehingga kami batalkan. Dan sayangnya, ternyata seorang teman harus pergi karena ada urusan, ah setidaknya kami dapatkan satu media komunikasi yg ia gunakan. :) Tidak lama kemudian datang lagi seorang teman yg tadi terpaksa berteduh. Yg ini pun cukup mengalami hari yg berat dengan baju yg basah itu. Maaf ya penulis dipaksa nih. :p Dan satu satunya wanita, dijemput dan datang ke TKP.


Kami membicarakan beberapa hal, termasuk untuk berusaha mengajak teman yg lain. Dan dari sinilah semua berasal, ternyata tidak sedikit yg menghindari para undangan ketika mereka bertemu di jalan, jangankan bertegur sapa, mungkin melirik saja tidak. Wah, ini baru. Fakta membuktikan, bahwa bagi mereka, kami tak lain hanyalah sekedar pemanis masa lalu mereka. Memang kami pun tidak merasa perkumpulan kami ini sempurna, kami hanyalah sekelompok orang yg mau mengumpulkan para pelajar bekas, nilai kami hanya sebagai pelengkap rapor, kami tidak minta lebih, kami hanyalah ingin mengajak "Ayo dong, kita ngumpul lagi kayak dulu, satu jam aja dari sekian ribu jam yg udah dan bakal lo jalanin,"


"Cukup," seorang teman berkata, "udah males ngumpulin mereka lagi orang sombongnya amit amit." Nggak salah, ini kesekian kalinya acara serupa diadakan, dan nyatanya sulit sekali mengumpulkan 40 orang itu. 40 orang yg telah menjalani ± 5 jam berada dalam satu kelas, nyaris setiap 6 hari tiap minggu dalam 6 tahun. Lupa? Ya, jujur, penulis saja cukup banyak lupa dengan mereka. Tapi masa gak ada yg diingat sih? Masa dari segitu banyak kenangan selama 6 tahun, paling nggak cuma buat ANGKAT TELEPON aja gak mau sih? Pulsa anda gak akan berkurang, saya jamin, tidak ada biaya abonemen *sekalian saya mau memperbaiki, yg bener abonemen ya, bukan abodemen :)*. Tapi itu terjadi.


Lelahnya hari ini, bukan karena kegiatan yg melimpah, tapi saya lelah saja dengan mereka. Saya tahu saya bukan seseorang yg berhak bilang mereka orang jahat, saya tidak berhak bilang mereka tidak beradab, saya pun tahu bahwa saya pernah berbuat kesalahan dengan mereka. Cuma ya, cobalah mengerti sedikit. Karena bagaimanapun kalian itu, kami disini hanya ingin tahu kabar kalian saja, kami gak minta sumbangan, kami gak minta dibantu masuk perguruan tinggi maupun masuk sebuah instansi swasta manapun, cukup datang saja, kami sudah merasa anda bagian dari kami, ALUMNUS SDN 09 PAGI PONDOK KELAPA.



Semoga sekian menit saya menulis ini, satu dari anda akan datang. :) Ya, anda, temanku.

4 comments:

  1. maaf yaa gak bisa dateng :((
    jadi ngerasa bersalah deh sama lo dan yang lainnya
    lain kali insya allah gue dateng kok.
    maaf banget yaa :((

    ReplyDelete
  2. Hha, gapapa kok. :) Orang sakit suruh dateng, yg nyuruh udah gila apa?
    Ini pada kesel sama yg lain yg bener bener gak mau dateng, yg bahkan ngasih nomor telepon aja gak mau.

    ReplyDelete
  3. skandal skandal skandal!!!!!!!!!
    ahahahahahahahahahahahahahahahahahha

    ReplyDelete
  4. Alas kaki?
    Duh masa skandal sualo aja gak punya sih lo jaa. :p

    ReplyDelete