Sunday, March 28, 2010

Coklat.

Apa itu coklat? Ada yg gak tau coklat? Siapa penemu coklat? Kenapa namanya coklat? Darimana asal coklat? Kenapa bisa coklat? Siapa sih Charlie?
Yaa itu semua gak harus saya jawab kan? Lagi agak malas nih pemirsa yg budiman & budiwoman. haha.
Tapi yg jelas semua orang tau coklat kan? Dan lebih banyak yg suka coklat dibanding yg nggak. Pasti karena si coklat (olahan, bukan biji coklat) itu manis. Selain itu coklat juga salah satu media kreatif para pekerja seni kan?

Itu sedikit menjawab, tapi kenapa tiba tiba coklat? Penulis kenapa?
Hm, yaa. Baiklah akan saya ceritakan secara perlahan dengan nada sember C=Toa ditambah efek cairan kimia asing tanpa G yg melekat di dalam hidung. Tau itu apa? Lupakan. Segera.

Saya, si penulis, menyukai warna merah, yak oke itu gak coklat, tapi ini bakal ke sana kok pembaca, santailah.
Sangat sukanya dgn warna Merah, Ranger Merah, Ferrari, Jerman, pisau lipat swiss, Lego, ATI Radeon, Raikka, yaa dan banyak lagi lah. Warna yg melambangkan kepemimpinan, keberanian, lambang kecepatan, eksklusifitas, meskipun kata seseorang, penyuka merah itu labil. Baiklah. Oke, dan kesukaan terhadap si merah itu terjadi sejak dahulu kala, yap, sejak sd. Sejak masih ngapalin cara main suling, sejak masih main kejar kejaran, sejak masih aneh nan culun, yaa sejak kurang lebih 7 tahun yg lalu.

Tunggu dulu penulis, ada apa ini? Kenapa mundur ke masa sd? Pembaca bakal dapet coklat?
Pertanyaan terakhir jelas jawabannya nggak. Untuk pertanyaan pertama dan kedua, karena di sd, saya bertemu seseorang, yang, entahlah. Begitu menyenangkan berada di dekatnya, dan anda tahu? Dia sangat menyukai warna Hijau, warna katak, warna katak, warna katak, dan juga warna katak. Er. Apa lagi sih yg hijau? Oh iya konon warna surga kan hijau. Bagus juga. Si Bruno juga hijau, tiba tiba saja hijau anak itu. haha. Oh dan ya, dia ini si wanita cantik yg menjadi inspirasi beberapa puisi ku sejak 'Infinite Gray' dibuat.

Baiklah, itu tetap tidak menjelaskan soal coklat. Jadi apa itu coklat yg dimaksud disini?
Ya coklat. Apa lagi? Sudah baca koran beberapa hari yg lalu? Untung saya sempat scan. Ini dia.























Jika anda berpikir coklat itu coklat yg mereka minum, yaa, agak salah. Karena coklat lebih bermakna daripada hanya itu.
Yap, si pria (19, harusnya) itu ternyata si penulis! Dan teman wanitanya (tidak sopan bertanya umur kepada seorang 'Lady'!), yg kini telah menjalin sebuah hubungan. Dan dimulai dari coklat? Naah, bukan itu juga arti coklat di judul post ini. Tapi ini.

Sebuah fakta menarik, bahwa Merah jika dikombinasikan dengan Hijau, akan menjadi coklat! Wah keren!
Semoga saja ini pertanda baik. :) Dan semoga, semoga saja,

Semoga semua orang tahu tentang hubungan kita.
Semoga semua orang menyetujui hubungan kita.
Semoga hubungan kita adalah hubungan termanis yg pernah kita rasakan.
Dan semoga hubungan ini terus bisa menginspirasi ku untuk membahagiakan kamu, yaa kamu. (Kamu lagi baca ini kan? haha)

Ya, seperti coklat! :) Tapi jadi kayak lagu siapa gitu deh. Ah lupakan.
Yg jelas, postingan ini buat kamu, Kartika Yuniarti, pacarku. haha :p
Mulai dari 123 hari yg lalu, sejak bertemu kamu lagi, semua masih serasa mimpi, hanya saja ini yg jadi kenyataan. :)
Oh iya hampir lupa, thanks to Mark Zuckerberg, Nurul Hikmah Khairunnisa, Reza Malik Ibrahim, Gabrielle Caecaria A, dan semua pihak yg terlalu baik membantu saya dalam hal ini. Thanks a lot, fella! :)

Selamat makan coklat bagi yg punya! Bagi bagi ya kalo ketemu penulis di jalan. :p

Sunday, March 7, 2010

Rasa ini! Asin!

Eng ing eng! Kembali lagi dengan saya, si penulis. Missed me?
Mustahil, pasti ada maunya kalo bilang kangen. Ahahaha. :p

Masak, yaa, masak. Apaan tuh? Berdiriin rambut? Apa nama buah? Atau benda yg udah gak bisa dipake?
Itu sasak, nanas, dan rusak. Masih mau garing lagi? Lanjut yaa!

Masak, kalo denger ini pasti langsung terpikir wajan, sutil, minyak goreng dan dapur. Pernah nyoba masak? Asik kan? Ngabisin waktu ngacak ngacak dapur beserta kulkas, dan makan apapun yg terjadi setelahnya sambil nonton tv. Terlanjur jadi hobi, yaa gimana dong. :p
Yap, penulis memang sedikit freak sama hal yg satu ini, terutama sama yg namanya nasi goreng, dan terciptalah kalimat ini, "Kalau di undang ke resepsi, cobalah nasi gorengnya, kalau enak, dapat dipastikan makanan yg lain enak. Dan berlaku kebalikannya, kalau nasi gorengnya keasinan/kebanyakan minyak/terlalu berasa penyedap, dapat dipastikan makanan yg lain rasanya amburadul." Mau buktikan?

Tapi bukan cuma masak nasi goreng yg jadi poin penting, tapi masak secara keseluruhan. Apa sih masak?
Masak itu, mematangkan bahan makanan serta memberikan cita rasa dan menampilkannya dalam satu sajian yg menggugah selera siapapun yg berkesempatan untuk melihatnya. Itu loh, yg namanya masak.
Jadi kenapa itu begitu penting disini, karena, saya sedang bosan. Setiap seorang pria bosan, apapun yg ia lakukan akan menjadi sangat penting, saking gak ada kerjaannya. Salah ya? Yaa salahkan keadaan yg memaksa. Blog udah cukup lama gak diupdate nih gak bosen apa pembaca? Haha.

Nggak sih, serius deh. Jadi kenapa hal itu penting, jelas, karena dengan ini, kita diajari berbagai macam hal, pada saat yg bersamaan. Berhemat, karena dengan ini biaya makan per hari bisa ditekan seminimal mungkin, lumayan buat beli game. Kreatif, jadi resep yg udah ada di acak acak lagi biar makin enak, ayam goreng di tambah saus blueberry gitu. Tekun, jadi anda tidak mudah menyerah dalam memasak, seandainya gagal ya cobain di lain kesempatan. Dan juga belajar ikhlas, sabar, pasrah, jadi kalo masakannya gak enak yaa sabar aja, tapi jangan dibuang, mesti dicobain biar inget terus bahwa anda pernah masak kebanyakan garam. Kalo keracunan yaa, saya doakan yg terbaik aja deh untuk masa depan anda nantinya.

Sudah mulai tertarik masuk ke dunia yg penuh rasa asin ini? (Ya, bumbu utama dalam setiap masakan, Garam!) Kalau sudah, hal pertama yg harus anda lakukan, langkahkan kaki anda ke dapur, dan gunakanlah imajinasi anda! Oh dan jangan lupakan wajan, sutil dan pisaunya! Mari masak!

Happy anniversary yaa buat siapapun yg merayakan! Kadonya menyusul, sekarang masak dulu sana.

Thursday, March 4, 2010

Objection!

Pagi pembaca! :) Kabar baik?
Penulis kali ini sedang sakit, haha. Biarkanlah, salahnya sendiri.

Jadi, apakah topik hari ini? Ataukah ini hanya mumbling-an gak jelas? Mungkinkah pembaca akan ditipu tanpa syarat? Bisakah tulisan kali ini membuat pembaca BDLT(Berguling Di Lantai, Tertawa.)?
Nope, dan kayaknya fitur garingnya sedang dalam kondisi tidak aktif selama dalam pesakitan. Ini tentang sebuah game, yaa, game. :)

Phoenix Wright : Ace Attorney.
Game lama(banget) memang, tapi, belum pernah disentuh sejak seminggu yg lalu. haha.
Dikisahkan, Phoenix Wright, seorang pembela (atau pengacara) baru, yg bekerja pada Mia Fey, seorang pengacara kawakan. Dia dikenal dikalangan hukum karena caranya dalam melihat bukti bukti dan mengungkapkan kasus secara 'liar'. Bahkan para jaksa penuntut yg menurut 'kabar burung' selalu mengubah fakta agar terdakwa divonis bersalah, dapat dengan mudahnya ia kalahkan. Well, setidaknya akan terlihat sangat mudah jika anda terus memperhatikan segala petunjuk yg diberikan oleh para saksi dan orang yg berhubungan dengan kasus tersebut.

Apa yg keren dari game ini? Tak lain tak bukan, sang Phoenix Wright sendiri!
Untuk menjadi seorang pengacara yg hebat, dibutuhkan rasa percaya setinggi tingginya terhadap ucapan terdakwa yg menjadi klien kita. -Mia Fey
Dan Mr Wright percaya 120% terhadap kliennya, yaa, meskipun terkadang sang klien hampir dapat dipastikan bersalah, namun ia tetap mencari kejanggalan dari kesaksian yg terucap di pengadilan. Selain itu, tingkahnya di pengadilan cukup membuat pemain game ini tersenyum lebar. Semangat inilah yg membuat saya tergerak untuk menulis sedikit tentang game ini. Smile!

Hal ini, beberapa minggu terakhir, cukup sering dibahas di saluran tv swasta di indonesia. Keadilan.
Capek deh tiap liat tv isinya orang orang yg salah vonis karena bukti yg kurang kuat, atau pengacaranya yg kurang handal. Jadinya isi berita begitu, menyebalkan. Atau mungkin salah oknum stasiun tv yg terkadang agak sedikit berlebihan dalam memberikan pandangan. Tapi yaa, sudah terlanjur divonis, naik banding bakal merepotkan banyak pihak, termasuk penonton yg sudah SANGAT jenuh sama berita itu. Masukkan saya dalam daftar penonton yg bosan itu ya!

Pikirkan, jika saja orang seperti Phoenix Wright ini sungguh ada, mungkin ia akan merubah sistem peradilan di indonesia jadi tidak semembosankan dan semengesalkan yg ada saat ini. Tapi kita cuma bisa berharap yg terbaik saja kepada siapapun yg dengan sengaja maupun tidak, masuk ke dalam ruang sidang sebagai tersangka maupun terdakwa. Semoga saja akan terjadi revolusi besar besaran tentang peradilan di masa yg akan datang, dan menuju ke arah yg lebih baik!

Selamat bosan membaca postingan ini. :p