Thursday, March 4, 2010

Objection!

Pagi pembaca! :) Kabar baik?
Penulis kali ini sedang sakit, haha. Biarkanlah, salahnya sendiri.

Jadi, apakah topik hari ini? Ataukah ini hanya mumbling-an gak jelas? Mungkinkah pembaca akan ditipu tanpa syarat? Bisakah tulisan kali ini membuat pembaca BDLT(Berguling Di Lantai, Tertawa.)?
Nope, dan kayaknya fitur garingnya sedang dalam kondisi tidak aktif selama dalam pesakitan. Ini tentang sebuah game, yaa, game. :)

Phoenix Wright : Ace Attorney.
Game lama(banget) memang, tapi, belum pernah disentuh sejak seminggu yg lalu. haha.
Dikisahkan, Phoenix Wright, seorang pembela (atau pengacara) baru, yg bekerja pada Mia Fey, seorang pengacara kawakan. Dia dikenal dikalangan hukum karena caranya dalam melihat bukti bukti dan mengungkapkan kasus secara 'liar'. Bahkan para jaksa penuntut yg menurut 'kabar burung' selalu mengubah fakta agar terdakwa divonis bersalah, dapat dengan mudahnya ia kalahkan. Well, setidaknya akan terlihat sangat mudah jika anda terus memperhatikan segala petunjuk yg diberikan oleh para saksi dan orang yg berhubungan dengan kasus tersebut.

Apa yg keren dari game ini? Tak lain tak bukan, sang Phoenix Wright sendiri!
Untuk menjadi seorang pengacara yg hebat, dibutuhkan rasa percaya setinggi tingginya terhadap ucapan terdakwa yg menjadi klien kita. -Mia Fey
Dan Mr Wright percaya 120% terhadap kliennya, yaa, meskipun terkadang sang klien hampir dapat dipastikan bersalah, namun ia tetap mencari kejanggalan dari kesaksian yg terucap di pengadilan. Selain itu, tingkahnya di pengadilan cukup membuat pemain game ini tersenyum lebar. Semangat inilah yg membuat saya tergerak untuk menulis sedikit tentang game ini. Smile!

Hal ini, beberapa minggu terakhir, cukup sering dibahas di saluran tv swasta di indonesia. Keadilan.
Capek deh tiap liat tv isinya orang orang yg salah vonis karena bukti yg kurang kuat, atau pengacaranya yg kurang handal. Jadinya isi berita begitu, menyebalkan. Atau mungkin salah oknum stasiun tv yg terkadang agak sedikit berlebihan dalam memberikan pandangan. Tapi yaa, sudah terlanjur divonis, naik banding bakal merepotkan banyak pihak, termasuk penonton yg sudah SANGAT jenuh sama berita itu. Masukkan saya dalam daftar penonton yg bosan itu ya!

Pikirkan, jika saja orang seperti Phoenix Wright ini sungguh ada, mungkin ia akan merubah sistem peradilan di indonesia jadi tidak semembosankan dan semengesalkan yg ada saat ini. Tapi kita cuma bisa berharap yg terbaik saja kepada siapapun yg dengan sengaja maupun tidak, masuk ke dalam ruang sidang sebagai tersangka maupun terdakwa. Semoga saja akan terjadi revolusi besar besaran tentang peradilan di masa yg akan datang, dan menuju ke arah yg lebih baik!

Selamat bosan membaca postingan ini. :p

2 comments:

  1. jadi inget kasusnya david si anak NTU yang dibunuh singapur dan akhirnya diputuskan bunuh diri padahal bukti SANGAT menunjukkan kalo dia dibunuh :(

    dan juga kasus antasari
    kasian, 18 tahun padahal dia gak salah.

    wew.
    hukum di dunia ini murah ya?

    ReplyDelete
  2. Iya tuh. Masih banyak lagi. :(
    Makanya waktu itu bete banget sama yg namanya berita gara gara isinya begituan semua. :|

    ReplyDelete