Thursday, April 8, 2010

911! Call 911!

Perhatian! Awas penulis galak! Jgn lewat garis putih!

Oke itu garing. *krauk*
Penulis akhir akhir ini dapat peringatan dari ketidakterbatasan lain yg lebih dikenal dengan kode 'Jenderal Badut' entah sejak kapan adanya, dan secara kebetulan sinyalnya lagi bagus jadi komunikasi dua arahnya lancar. Penggunaan bahasa yg sangat tidak normal, ya? Setidaknya anda akan terhibur dengan tindakan absurd berikutnya! Lanjut!

Tadi malam ada peristiwa yg sangat mengejutkan para guru besar memasak di cina sana, ELPIJI DIRUMAH PENULIS ABIS!! Mana nasi padang udah tutup, dan nasi goreng kan jarang lewat hari rabu. Koki handal pun kehilangan taringnya. Rawr~ Dan ia meringkuk kelaparan. Sendirian. Oke gak sendirian sih, lagi chat sama si pacar semaleman. :) Dgn koneksi yg ngajak direbus bareng indomie soto pake baso dan telor. Dan putus tepat sebelum mengucapkan selamat malam. FASTNET KAPAN MAU MAIN KESINI KAMU! :(

Yaa, sampe pagi tadi, 4 bungkus milo 3-in-1 sama dua bungkus foxs berries doang, gula semua. Diabetes? Gak perlu segitunya, ketemu si pacar juga diabetes mendadak kok. :p
Dan paginya kayaknya nyawa udah di ubun ubun mau loncat cari sesuap nasi sendirian. Beruntungnya, penulis punya cara membujuk yg ekstrim. You can never say no if I'm the one asking. LOL. Jadi budak deh sehari si ade.

Yah sayangnya, 911 batal konser ke rumah. Sirene dgn 130db itu ternyata efeknya nyaris mampu membelah lautan kemacetan kayak tongkatnya nabi nuh. Kereen!

Er, sebenernya ada lagi sih kejadian yg bikin serba salah. Miscall bodoh dari nomer '+20 sekian terimakasih' yg entahlah apa maunya. Jadilah ngobrol panjang lebar sama si pacar. Cerita ke orang emang bikin lega ya, hm, apa buka klinik curhat aja ya melihat potensi yg teramat besar sebagai pendengar yg setia. AH IYA BISA BANGET YA ITU! Wii. :p

Tapi penulis jadi tau, bahwa memang sebenarnya manusia itu makhluk sosial. Jadi si bayangan/hantu/bangku kosong/appear offline/penulis dahulu kala memang salah persepsi mengenai bersosialisasi. Intuisi berperan penting dalam pembentukan imej si penulis pada awalnya, sehingga baru akhir akhir ini sejak mengenal si wanita cantik, pikirannya terbuka sangat lebar.

Gini, manusia itu dasarnya diciptakan untuk berkomunikasi, maka dari itulah ada yg namanya bahasa. Jadi seperti yg pernah ditulis disini, bahwa semakin banyak berkomunikasi itu makin banyak terbuka pikirannya. Dan makin lega, ya. Meskipun emang punya social bunny itu gak salah, tapi seandainya anda hanya menggunakan intuisi, akibatnya adalah kesulitan anda dalam menggunakan bahasa layaknya orang normal. Keliatan kan dari gaya postingan di Infinite Gray?

Intuisi si penulis seringkali menolong di berbagai situasi, namun bahkan seringkali jutaan masalah tidak terpecahkan sampai sekarang, hanya beberapa yg benar benar baru saja selesai. Setidaknya akhir masalah itu adalah awal sesuatu yg indah. Apakah ini artinya memang sudah ditemukan pelabuhan terakhir? Ya. Dia, pacarku. Yg dengan sedikit sentuhan tombol sudah dapat dihubungi. :) Aku akan cerita semuanya ke kamu, pada saatnya. Aku janji.

Duh lapernya, makin lama makin ngelantur pula omongannya. Baiknya penulis pergi dulu ya.
Enjoy the show! :) And please do come back!

No comments:

Post a Comment