Wednesday, November 9, 2011

JOTD

There is 'MECIN' in 'MEdiCINe', that's why Mecin is the best medicine.

-dilempar ke tengah stadion sea games yg blom dicor

Friday, June 17, 2011

Rest in peace, Lilly. :')

Lilly, kucing yang kita ambil dari rumah makan A3. Kucing tercantik yang pernah kita lihat. Bukan cuma kita, tapi bahkan juga aa yang jaga petshop, karena Lilly pernah dikira kucing blasteran ras Norwegia, yang konon katanya langka di Indonesia.

Sudah seminggu lebih kita nggak bisa ngeliat si cantik Lilly main sama bola bekel oranye.
Sudah seminggu lebih kita nggak bisa ngelus-ngelus dia yang lagi asik tidur di atas bantal Juventus.
Sudah seminggu lebih kita nggak isi tempat makannya Lilly.
Sudah seminggu lebih, Lilly pergi.

Dia sakit beberapa hari setelah dipungut dari A3. Kita berdua bingung harus ngapain biar Lilly sembuh dan bisa lari-lari kesana kemari lagi. Akhirnya Lilly sempet dibawa ke petshop dan ketemu ibu dokter yang sudah sangat baik dengan infus dan resep obatnya, serta saran agar Lilly cepat sembuh.

Dia sembuh, tapi hanya beberapa hari setelah dia sembuh, dia pergi ninggalin kita.
Waktu kita pergi, kita udah ninggalin nasi dan teri. Tapi dilihat dari jumlah kornet yang tersisa sejak hari minggu, kemungkinan besar dia makan kornet itu, yang ternyata udah jamuran.

Maaf Lilly. Kami belum bisa menjadi majikan yang baik. May you rest in peace, Lilly. We love you.
Mudah-mudahan kita ketemu lagi ya Ly, di Surga :")



Monday, May 30, 2011

NFC

Near Field Communication, benda yg sudah terpasang di puluhan, atau mungkin ratusan telepon genggam di Jepang. Anda tahu ini apa? Ini adalah salah satu jenis transmisi data, secara nirkabel.

Detail, NFC itu teknologi nirkabel yg biasanya digunakan dalam jarak kurang dari 4 cm(pada alat penjual otomatis bisa digunakan dalam jarak sekitar 20cm dengan bantuan antena), dan beroperasi di dalam frekuensi 13.56 Mhz, lalu ia juga dapat mentransfer data dalam kurang lebih 106 kbit/s sampai 808 kbit/s. Hingga artikel ini ditulis, kurang lebih ada 19 model telepon genggam yang sudah mengadopsi teknologi ini. (Wikipedia.) Itu dasar pengetahuannya, tapi pasti anda akan lelah membaca puluhan lebih hal yg menyangkut sistem teknis dari benda yg punya lebih dari potensi untuk jatuh ke genggaman jutaan manusia di dunia dan mempermudah hidup mereka.

Mengulas masalah potensi yg dimiliki NFC, mari kita ambil salah satu contoh yg sekarang mulai marak dibicarakan oleh para pemerhati dunia IT. Google Wallet.

Kartu debit, kartu kredit, menggunakan media magnet sebagai penyimpanan datanya. Satu strip hitam yang tidak boleh terinterupsi sedikitpun karena akan mengganggu sebuah mesin dalam membaca data yang tersimpan. Meskipun beberapa tahun belakangan ini muncul tren untuk menggunakan chip sebagai media penyimpanan datanya, namun hal ini hanya membantu meningkatkan keamanan data yg tersimpan dalam sebuah kartu debit/kredit. Meningkatkan kepraktisan dan kenyamanan anda dalam berbelanja? Hampir.

Umumnya, untuk menggunakan kartu kartu ini adalah dengan menggesekkan kartu ini ke sebuah alat atau memasukkan kartu ini ke sebuah mesin ATM, lalu memasukkan kode pin, sehingga anda dapat melakukan transaksi. Namun sekarang Google Wallet datang dan akan mencoba merubah cara konvensional tersebut, dengan cara Google.

Masukkan data kartu kredit anda ke akun Google Wallet, lalu pilih barang yang akan anda beli, kemudian dekatkan telepon genggam yang anda miliki ke mesin penjual otomatis, Maka barang yang anda beli pun otomatis akan keluar, dan saldo rekening anda akan berkurang sesuai dengan harga barang yang anda beli. Semudah itu.

Jika berbelanja bisa dibuat semudah mendekatkan telepon genggam, maka apa lagi yang mampu dilakukan para telepon pintar ini dengan teknologi NFC yg telah mereka adopsi?

Berbagi kontak, berbagi alamat situs, membuka kunci pintu rumah dan bahkan kendaraan anda, pembelian karcis transportasi umum, bertukar kartu nama, membayar tol, memberikan informasi tentang barang barang bersejarah di museum, papan iklan berjalan, semua itu semudah mendekatkan telepon genggam anda.

Namun, semua kemudahan itu tentu saja masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti misalnya, tingkat keamanan yg diberikan. NFC menggunakan sinyal radio yang umumnya tidak digunakan di berbagai negara. Bukan berarti sinyal tersebut tidak bisa ditangkap dan diputar ulang di frekuensi yang sama untuk membajak informasi kartu kredit anda misalnya. Lalu, kecepatan transfer data yang masih lebih rendah daripada teknologi Bluetooth, membuat NFC hanya dapat memindahkan data data yang ukurannya kecil. Dan beberapa isi keamanan lainnya yang berkisar dalam perihal pencurian data. (Wikipedia.)

Berikut adalah beberapa video yang mendemonstrasikan penggunaan NFC





It's the future, get used to it.  Thomas Ricker, Engadget, 2011

Saturday, January 29, 2011

Januari yang lebih baru lagi. :)

Hai pembaca. Selamat Januari baru!
Apa itu? Ah, bukan apa apa, hanya, 3 hari di akhir Januari. Hanya sebagian kecil dari spesialnya bulan Januari bagi penulis. 29-31 Januari, atau awal tahunnya si penulis. Haha.

Seperti biasa, ucapan selamat dari orang orang terdekat di jam jam 12-1an. Padahal penulis lahirnya masih kurang lebih 14 jam dari pukul 00:00 tepat. Pada sotoy banget ya. hha.

Curhatan nih, siap atau tidak, saya datang!
Seiring dengan bertambahnya usia, munculnya pemikiran baru tentang dunia orang dewasa. Jadi kurang lebih sih begini, berdasarkan pemikiran penulis yang baru saja mengunduh informasi terbaru dari sumber yang dapat dipercaya. Dunia kita, dunia manusia yg beragam isinya, dibagi dua, dunia anak anak dan dunia orang dewasa. Semena mena banget kan baginya? Kalo ketemu penulis di bagi dua aja kepalanya mahal tuh otaknya jarang dipake. ahaha.

Mari dimulai, dunia pertama, dunia anak anak. "Anak anak, ialah hak segala bangsa, oleh karena itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan "(mengutip naskah Preambule UUD '45) dan kutipan diatas hanya rekaan semata, tidak ada satu huruf pun yang merasa tersakiti dan terdzalimi dalam pembuatan kalimat diatas. Lanjut! Anak anak gak pernah dijajah sama beratnya tanggung jawab. Anak anak selalu diajarkan bahwa benar adalah benar, dan salah adalah salah. Gak ada abu abu di dunia anak anak, yang ada, hitam dan putih. Benar adalah benar, dan salah adalah salah. Gak munafik.

Itu dunia anak anak, bagaimana dengan dunia yang satu lagi? Dunia orang dewasa?

Tidak tahu. Penulis belum tahu wujudnya. Beberapa hal yang ia ketahui adalah : Penuh teka teki, tanggung jawab, penuh intrik, penuh rahasia, penuh kebohongan, topeng dimana mana, abu abu. Dari yang terlihat diatas, kejam, amat kejam. Menjadi dewasa sulit ya? Or its just me?


Kenapa dunia orang dewasa dipenuhi teka teki yang tidak bisa dijawab? Bagaimana dengan rasa bertanggung jawab? Kenapa orang dewasa menyimpan sejuta rahasia?

Tidak tahu. Penulis tidak yakin. Banyak sekali teka teki yang belum bisa dijawab di dunia ini. Termasuk yang satu ini. Lalu, perbedaan sikap dalam bertanggung jawab adalah satu dari sekian banyak perubahan dari perpindahan antar dua dunia ini. Rahasia? We all have secrets, don't we?


Kenapa dunia orang dewasa punya warna abu abu? Kenapa mereka boleh bohong, dan kita tidak? Kenapa benar tidaklah selalu benar dan salah tidaklah selalu salah? Kenapa boleh pake 'topeng' untuk menutupi kalo kita gak suka sama sesuatu?

Tidak tahu. Penulis belum menemukan jawaban yang tepat. Namun sepertinya, terkadang gak semua orang suka kalo sesuatu yang jujur itu diutarakan langsung. Jadi mereka berbohong. Dan kita sepertinya sudah memiliki konsep yang berbeda untuk 'kebohongan'. Benar tetaplah benar, dan salah tetaplah salah, hanya saja, tidak ada yang cukup berani untuk mengakuinya. Topeng? Aren't you still wearing that same 'mask' for being my 'fake' friends?

Kenapa semua orang harus menjadi dewasa? Kenapa harus beranjak meninggalkan dunia anak anaknya jadi dunia yang sama sekali berbeda?

Tidak tahu. Penulis tidak tahu kenapa. Yang jelas adalah, you can't stay being a child forever. But why?

Ada apa dengan dunia ini? Kenapa tiba tiba semua terasa begitu berat? Kenapa gak pernah ada yang bilang jadi dewasa itu sesulit ini? Or its just me?

Sst. Dunia sudah tercipta dari sekian juta tahun yang lalu. Siapakah gerangan dirimu sehingga engkau berani merubah tatanan 'dunia dewasa'? :)

Di sebutkan dalam sebuah hadits, namun penulis lupa. (Kebiasaan jelek yang mesti dirubah oleh penulis, dan SEGERA).

Ada tiga macam bohong yang diperbolehkan,
1. Berbohong untuk melindungi saudara seimannya dalam perang.
2. Berbohong untuk menyenangkan istrinya.
3. Berbohong untuk mendamaikan dua saudara yang bertengkar.

Apakah sebenarnya ada nomer 4? Berbohong untuk menyenangkan orang lain? Tunggu dulu, lying IS NOT a good thing afterall!
Bohong putih, atau apalah namanya. Bukankah tindakan bohong itu masuk tindakan koruptif? Tindakan yang dampak buruknya relatif kepada diri sendiri, namun sangat berpotensi merugikan orang lain? Bukankah bohong ini seperti 'candu'? Tidak peduli seberapapun dosisnya, namun membuat anda ingin melakukannya lagi, karena anda merasa mendapat sebuah kepercayaan dari kalimat yang anda lontarkan?

Haloo, pikiran saya. :)

Sepertinya memang sudah ada konflik diantara id, ego dan superego penulis. Warna abu abu di dunia orang dewasa tidak jelas seberapa putih, maupun seberapa hitam. Namun, menjadi dewasa itu, sepertinya bukan sepenuhnya menjadi pembohong terbesar abad ini. Lagi lagi perbedaan konsep yang sangat besar antara dua arah pemikiran seorang anak dan seorang dewasa muda. Sulit ya.

Bagaimana jika begini, id menulis satu kalimat penutup, ego menulis satu kalimat penutup, dan superego pun satu kalimat penutup. Sepertinya postingannya making ngawur.

Baiklah! Id!
Saya masih mau jadi anak anak!
Ego! Giliranmu!
Menjejaki dua dunia sekaligus, harusnya gak sesulit itu.
Superego! Silahkan!
Anak anak, setidaknya orang orang tau kalo anak anak itu polos, jadi bisa ngomong seenaknya. 


Can I grow up, literally? :)


PS:Id saya sebenarnya tidak berbicara, namun, saya masih sulit menerima kenyataan bahwa saya akan jadi dewasa dalam kurang lebih 6 jam dari sekarang.