Saturday, January 29, 2011

Januari yang lebih baru lagi. :)

Hai pembaca. Selamat Januari baru!
Apa itu? Ah, bukan apa apa, hanya, 3 hari di akhir Januari. Hanya sebagian kecil dari spesialnya bulan Januari bagi penulis. 29-31 Januari, atau awal tahunnya si penulis. Haha.

Seperti biasa, ucapan selamat dari orang orang terdekat di jam jam 12-1an. Padahal penulis lahirnya masih kurang lebih 14 jam dari pukul 00:00 tepat. Pada sotoy banget ya. hha.

Curhatan nih, siap atau tidak, saya datang!
Seiring dengan bertambahnya usia, munculnya pemikiran baru tentang dunia orang dewasa. Jadi kurang lebih sih begini, berdasarkan pemikiran penulis yang baru saja mengunduh informasi terbaru dari sumber yang dapat dipercaya. Dunia kita, dunia manusia yg beragam isinya, dibagi dua, dunia anak anak dan dunia orang dewasa. Semena mena banget kan baginya? Kalo ketemu penulis di bagi dua aja kepalanya mahal tuh otaknya jarang dipake. ahaha.

Mari dimulai, dunia pertama, dunia anak anak. "Anak anak, ialah hak segala bangsa, oleh karena itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan "(mengutip naskah Preambule UUD '45) dan kutipan diatas hanya rekaan semata, tidak ada satu huruf pun yang merasa tersakiti dan terdzalimi dalam pembuatan kalimat diatas. Lanjut! Anak anak gak pernah dijajah sama beratnya tanggung jawab. Anak anak selalu diajarkan bahwa benar adalah benar, dan salah adalah salah. Gak ada abu abu di dunia anak anak, yang ada, hitam dan putih. Benar adalah benar, dan salah adalah salah. Gak munafik.

Itu dunia anak anak, bagaimana dengan dunia yang satu lagi? Dunia orang dewasa?

Tidak tahu. Penulis belum tahu wujudnya. Beberapa hal yang ia ketahui adalah : Penuh teka teki, tanggung jawab, penuh intrik, penuh rahasia, penuh kebohongan, topeng dimana mana, abu abu. Dari yang terlihat diatas, kejam, amat kejam. Menjadi dewasa sulit ya? Or its just me?


Kenapa dunia orang dewasa dipenuhi teka teki yang tidak bisa dijawab? Bagaimana dengan rasa bertanggung jawab? Kenapa orang dewasa menyimpan sejuta rahasia?

Tidak tahu. Penulis tidak yakin. Banyak sekali teka teki yang belum bisa dijawab di dunia ini. Termasuk yang satu ini. Lalu, perbedaan sikap dalam bertanggung jawab adalah satu dari sekian banyak perubahan dari perpindahan antar dua dunia ini. Rahasia? We all have secrets, don't we?


Kenapa dunia orang dewasa punya warna abu abu? Kenapa mereka boleh bohong, dan kita tidak? Kenapa benar tidaklah selalu benar dan salah tidaklah selalu salah? Kenapa boleh pake 'topeng' untuk menutupi kalo kita gak suka sama sesuatu?

Tidak tahu. Penulis belum menemukan jawaban yang tepat. Namun sepertinya, terkadang gak semua orang suka kalo sesuatu yang jujur itu diutarakan langsung. Jadi mereka berbohong. Dan kita sepertinya sudah memiliki konsep yang berbeda untuk 'kebohongan'. Benar tetaplah benar, dan salah tetaplah salah, hanya saja, tidak ada yang cukup berani untuk mengakuinya. Topeng? Aren't you still wearing that same 'mask' for being my 'fake' friends?

Kenapa semua orang harus menjadi dewasa? Kenapa harus beranjak meninggalkan dunia anak anaknya jadi dunia yang sama sekali berbeda?

Tidak tahu. Penulis tidak tahu kenapa. Yang jelas adalah, you can't stay being a child forever. But why?

Ada apa dengan dunia ini? Kenapa tiba tiba semua terasa begitu berat? Kenapa gak pernah ada yang bilang jadi dewasa itu sesulit ini? Or its just me?

Sst. Dunia sudah tercipta dari sekian juta tahun yang lalu. Siapakah gerangan dirimu sehingga engkau berani merubah tatanan 'dunia dewasa'? :)

Di sebutkan dalam sebuah hadits, namun penulis lupa. (Kebiasaan jelek yang mesti dirubah oleh penulis, dan SEGERA).

Ada tiga macam bohong yang diperbolehkan,
1. Berbohong untuk melindungi saudara seimannya dalam perang.
2. Berbohong untuk menyenangkan istrinya.
3. Berbohong untuk mendamaikan dua saudara yang bertengkar.

Apakah sebenarnya ada nomer 4? Berbohong untuk menyenangkan orang lain? Tunggu dulu, lying IS NOT a good thing afterall!
Bohong putih, atau apalah namanya. Bukankah tindakan bohong itu masuk tindakan koruptif? Tindakan yang dampak buruknya relatif kepada diri sendiri, namun sangat berpotensi merugikan orang lain? Bukankah bohong ini seperti 'candu'? Tidak peduli seberapapun dosisnya, namun membuat anda ingin melakukannya lagi, karena anda merasa mendapat sebuah kepercayaan dari kalimat yang anda lontarkan?

Haloo, pikiran saya. :)

Sepertinya memang sudah ada konflik diantara id, ego dan superego penulis. Warna abu abu di dunia orang dewasa tidak jelas seberapa putih, maupun seberapa hitam. Namun, menjadi dewasa itu, sepertinya bukan sepenuhnya menjadi pembohong terbesar abad ini. Lagi lagi perbedaan konsep yang sangat besar antara dua arah pemikiran seorang anak dan seorang dewasa muda. Sulit ya.

Bagaimana jika begini, id menulis satu kalimat penutup, ego menulis satu kalimat penutup, dan superego pun satu kalimat penutup. Sepertinya postingannya making ngawur.

Baiklah! Id!
Saya masih mau jadi anak anak!
Ego! Giliranmu!
Menjejaki dua dunia sekaligus, harusnya gak sesulit itu.
Superego! Silahkan!
Anak anak, setidaknya orang orang tau kalo anak anak itu polos, jadi bisa ngomong seenaknya. 


Can I grow up, literally? :)


PS:Id saya sebenarnya tidak berbicara, namun, saya masih sulit menerima kenyataan bahwa saya akan jadi dewasa dalam kurang lebih 6 jam dari sekarang.

No comments:

Post a Comment