Monday, May 30, 2011

NFC

Near Field Communication, benda yg sudah terpasang di puluhan, atau mungkin ratusan telepon genggam di Jepang. Anda tahu ini apa? Ini adalah salah satu jenis transmisi data, secara nirkabel.

Detail, NFC itu teknologi nirkabel yg biasanya digunakan dalam jarak kurang dari 4 cm(pada alat penjual otomatis bisa digunakan dalam jarak sekitar 20cm dengan bantuan antena), dan beroperasi di dalam frekuensi 13.56 Mhz, lalu ia juga dapat mentransfer data dalam kurang lebih 106 kbit/s sampai 808 kbit/s. Hingga artikel ini ditulis, kurang lebih ada 19 model telepon genggam yang sudah mengadopsi teknologi ini. (Wikipedia.) Itu dasar pengetahuannya, tapi pasti anda akan lelah membaca puluhan lebih hal yg menyangkut sistem teknis dari benda yg punya lebih dari potensi untuk jatuh ke genggaman jutaan manusia di dunia dan mempermudah hidup mereka.

Mengulas masalah potensi yg dimiliki NFC, mari kita ambil salah satu contoh yg sekarang mulai marak dibicarakan oleh para pemerhati dunia IT. Google Wallet.

Kartu debit, kartu kredit, menggunakan media magnet sebagai penyimpanan datanya. Satu strip hitam yang tidak boleh terinterupsi sedikitpun karena akan mengganggu sebuah mesin dalam membaca data yang tersimpan. Meskipun beberapa tahun belakangan ini muncul tren untuk menggunakan chip sebagai media penyimpanan datanya, namun hal ini hanya membantu meningkatkan keamanan data yg tersimpan dalam sebuah kartu debit/kredit. Meningkatkan kepraktisan dan kenyamanan anda dalam berbelanja? Hampir.

Umumnya, untuk menggunakan kartu kartu ini adalah dengan menggesekkan kartu ini ke sebuah alat atau memasukkan kartu ini ke sebuah mesin ATM, lalu memasukkan kode pin, sehingga anda dapat melakukan transaksi. Namun sekarang Google Wallet datang dan akan mencoba merubah cara konvensional tersebut, dengan cara Google.

Masukkan data kartu kredit anda ke akun Google Wallet, lalu pilih barang yang akan anda beli, kemudian dekatkan telepon genggam yang anda miliki ke mesin penjual otomatis, Maka barang yang anda beli pun otomatis akan keluar, dan saldo rekening anda akan berkurang sesuai dengan harga barang yang anda beli. Semudah itu.

Jika berbelanja bisa dibuat semudah mendekatkan telepon genggam, maka apa lagi yang mampu dilakukan para telepon pintar ini dengan teknologi NFC yg telah mereka adopsi?

Berbagi kontak, berbagi alamat situs, membuka kunci pintu rumah dan bahkan kendaraan anda, pembelian karcis transportasi umum, bertukar kartu nama, membayar tol, memberikan informasi tentang barang barang bersejarah di museum, papan iklan berjalan, semua itu semudah mendekatkan telepon genggam anda.

Namun, semua kemudahan itu tentu saja masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti misalnya, tingkat keamanan yg diberikan. NFC menggunakan sinyal radio yang umumnya tidak digunakan di berbagai negara. Bukan berarti sinyal tersebut tidak bisa ditangkap dan diputar ulang di frekuensi yang sama untuk membajak informasi kartu kredit anda misalnya. Lalu, kecepatan transfer data yang masih lebih rendah daripada teknologi Bluetooth, membuat NFC hanya dapat memindahkan data data yang ukurannya kecil. Dan beberapa isi keamanan lainnya yang berkisar dalam perihal pencurian data. (Wikipedia.)

Berikut adalah beberapa video yang mendemonstrasikan penggunaan NFC





It's the future, get used to it.  Thomas Ricker, Engadget, 2011

No comments:

Post a Comment