Friday, February 17, 2012

Putri yang pongah namun tidak sempat ditukar.

Alkisah, di hari yang terik, seorang putri raja yang rupawan nan molek aduhai, menjejakkan kakinya yang halus dan putih laksana sutra, ke sebuah pasar yang dipenuhi oleh cecunguk yang wajahnya dipenuhi jelaga dan aroma kemiskinan. Sang putri yang tidak tertukar ini, melangkah dengan jumawa dan pongahnya ke tanah becek yang digunakan oleh rakyat jelata untuk mengadakan transaksi jual-beli.

Tak ayal, sang putri pun melayangkan pandangan ke sekitarnya dan dengan serta merta berkata "Enyah kalian cecunguk cecunguk hina! Kalian tidak pantas berada di sekitar kami para kaum bangsawan yang amat terhormat! Tubuh kalian memancarkan bau kemiskinan, hingga membuat hidung saya yang suci ini mengemban tugas yang berat sehingga membuat saya menjadi mual tidak karuan."

Lalu sang putri kembali melangkah dengan pongah dan jumawa serta meninggalkan kawasan kumuh dan hina dina ini.






Selesai


Terima kasih.
Salam jumawa! *high five*

No comments:

Post a Comment